Tidak ada yang menyangkal bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal Ahok adalah sosok orang yang sporadis, gelap mata dan meledak-ledak, apalagi dalam kondisi kepepet atau terjepit, maka dirinya dapat bertindak nekat, termasuk dalam hal ini berbalik menyerang Presiden Joko Widodo.
Manuver yang mengguncang Istana adalah kasus TransJakarta. Bila kasus ini dibeberkan, pengaruhnya dapat berakibat serius bagi kelangsungan kekuasaan Presiden Jokowi.
Analisis itu disampaikan ketua Progres 98, Faizal Assegaf, menanggapi pernyataan Ahok yang menyebut dirinya “Pahlawan Demokrasi”.
“Pernyataan Ahok bahwa dirinya adalah pahlawan demokrasi dan merasa tidak malu sebab bukan diadili sebagai koruptor, dapat ditafsirkan sebagai sindiran kepada Jokowi. Banyak pihak telah memprediksi, bila Ahok nantinya dijatuhkan hukuman penjara, tidak mustahil ia akan bertindak brutal membeberkan skandal APBD DKI,” ungkap Faizal Assegaf di akun Facebook.
Menurut Faizal, jika pada akhirnya Jokowi terlibat skandal TransJakarta sudah otomatis menjadi pihak paling dipermalukan oleh Ahok.
Namun demikian, Faizal meyakini, Jokowi tidak akan tinggal diam “diserang” Ahok.
“Saya kira Jokowi tidak akan tinggal diam. Kasus RS Sumber Waras yang kini parkir di KPK akan menjadi senjata pamungkas untuk menyerang Ahok,” tulis Faizal.
Faizal pun mengingatkan, dalam politik, segala rupa ancaman dan saling jegal bisa terjadi, kemarin kawan, besok menjadi lawan adalah tergantung pada kepentingan dan situasi yang dihadapi. [int]

No comments:
Post a Comment